UNICEF dan Jenewa Institute Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Gizi Buruk di Kabupaten Soppeng -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    UNICEF dan Jenewa Institute Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Gizi Buruk di Kabupaten Soppeng

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 03 Oktober 2025, Oktober 03, 2025 WIB Last Updated 2025-10-06T13:11:29Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Dalam rangka memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam pencegahan dan tata laksana gizi buruk, UNICEF bekerja sama dengan Yayasan Jenewa Madani Indonesia (Jenewa Institute) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng menyelenggarakan kegiatan “Orientasi Penguatan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) serta Pencatatan dan Pelaporan Balita Gizi Buruk” di Hotel Maryam, Kabupaten Soppeng, pada Jumat (3/10).


    Kegiatan ini diikuti oleh 51 anggota Tim Asuhan Gizi dari 17 puskesmas, terdiri atas dokter, bidan, perawat, tenaga gizi, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng.


    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Drs. Muhammad Evinuddin, MPA.


    Dalam sambutannya, Evinuddin menegaskan pentingnya memperluas fokus penanganan masalah gizi di daerah.


    “Selama ini kita banyak berfokus pada penanganan stunting. Padahal, masalah gizi lainnya seperti gizi kurang dan gizi buruk justru menjadi salah satu penyebab stunting itu sendiri.


    "Karena itu, pendekatan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi menjadi sangat penting agar penanganan masalah gizi dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Evinuddin.


    Sementara itu, Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, MPH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya ke Kabupaten Soppeng.


    “Beberapa minggu lalu kami menanyakan mengenai PGBT. Ternyata banyak tenaga kesehatan yang belum memahami konsep ini".


    "Karena itu, kami hadir kembali untuk memperkuat kapasitas Tim Asuhan Gizi agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai bagi balita gizi buruk, tidak hanya langsung melakukan rujukan,” jelasnya.



    Kegiatan ini menghadirkan A. Dian Purnamasari Syafri, SGz., M.K.M, sebagai fasilitator PGBT yang memberikan pendampingan teknis terkait tata laksana kasus gizi buruk serta optimalisasi pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi Sigizi Terpadu.


    Pendekatan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) yang direkomendasikan oleh WHO dan diadopsi oleh Kementerian Kesehatan RI sejak 2019, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan gizi bagi balita.


    Pendekatan ini menekankan penemuan dini kasus, tata laksana yang tepat, serta pelaporan berbasis sistem untuk memastikan setiap anak mendapatkan perawatan sesuai kebutuhannya.


    Sebagai tindak lanjut, setiap Tim Asuhan Gizi diharapkan dapat mengunggah SK dan SOP Tim Asuhan Gizi ke dalam sistem, serta menerapkan standar operasional dalam penemuan dan tata laksana kasus gizi buruk.


    Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan pembinaan dan pemantauan berkelanjutan.


    Melalui dukungan UNICEF terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dengan Jenewa Institute sebagai mitra pelaksana di tingkat kabupaten/kota, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan Kabupaten Soppeng sebagai contoh daerah yang berhasil menerapkan penanganan gizi buruk secara komprehensif.


    Dengan demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju Soppeng yang Sehat dan Sejahtera.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini