Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari sejauh mana perempuan diberikan ruang untuk tumbuh, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan.
Prinsip tersebut menjadi landasan audiensi antara Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dengan Puteri Indonesia Sulawesi Selatan II 2026, Andi Aisyah Anjaliekhan Kilat.
Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Minggu (1/3/2026), dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi atas capaian Andi Aisyah yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Selatan di ajang Puteri Indonesia tingkat provinsi. Ia menilai, capaian tersebut bukan sekadar prestasi personal, melainkan momentum untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan melalui berbagai program strategis, termasuk penguatan UMKM dan peningkatan kapasitas kewirausahaan perempuan di berbagai daerah,” ujar Fatmawati.
Fatmawati menegaskan, perempuan memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi, terutama dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, program pemberdayaan tidak boleh berhenti pada bantuan semata, tetapi harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya membangun mental kewirausahaan di kalangan perempuan, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pertumbuhan ekonomi.
“Edukasi, pelatihan, dan pendampingan menjadi kunci untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Kita ingin perempuan Sulawesi Selatan semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Wagub juga menyoroti potensi besar perempuan di wilayah pesisir dan kawasan pariwisata yang belum sepenuhnya tergarap optimal.
Dengan dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, ia optimistis peran perempuan dalam ekonomi kreatif dan pariwisata dapat semakin diperkuat.
Sementara itu, Andi Aisyah Anjaliekhan Kilat menyampaikan rasa syukur atas kesempatan beraudiensi langsung dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah penting dalam membangun sinergi antara advokasi yang diusungnya dengan program pemerintah daerah.
“Dengan kunjungan ini, saya jadi mengetahui data-data mengenai UMKM yang berkesinambungan dengan advokasi saya yang berfokus pada pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.
Melalui inisiatif bertajuk EmpowHER, Andi Aisyah berkomitmen menjembatani kesenjangan kapasitas kewirausahaan perempuan melalui mentorship, pelatihan bisnis praktis, serta penguatan literasi usaha bagi pelaku UMKM perempuan.
Ia menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, dengan pendekatan yang tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif.
“Saya berharap dapat berkolaborasi melalui workshop dan edukasi entrepreneurship agar perempuan dapat mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usahanya secara profesional,” katanya.
Andi Aisyah merupakan putri daerah Sulawesi Selatan berusia 25 tahun yang aktif mengadvokasi pemberdayaan ekonomi perempuan.
Ia adalah Founder dan CEO PT Acte Krastala Indonesia sekaligus inisiator platform pemberdayaan perempuan EmpowHER.
Lulusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin ini juga meraih gelar Master Management with Enterprise and Business Growth dari University of Glasgow, Inggris.
Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Sulawesi Selatan pada ajang Puteri Indonesia tingkat nasional di Jakarta.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan Andi Mirna beserta jajaran, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Fitriani Nas, Plt. Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Fadhilah Ainun Nisaa, serta Fungsional Muda Pamong Budaya Erniwati.
Hadir pula Ketua Adwindo Sulsel periode 2023–2026 Muhammad Tahsin Usman, Ketua Adwindo periode 2020–2023 Fadel Nurfiqra, dan Ketua Adwindo periode 2026–2028 Fathurrahman.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Puteri Indonesia Sulawesi Selatan dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar pembangunan daerah.
Harapannya, semakin banyak perempuan yang mampu tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, inovatif, dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Dengan kolaborasi yang terbangun, pemberdayaan perempuan di Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi gerakan nyata yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
(Red/Humasprov)



