H. Munadir Nurdin: “Petarung Hebat Adalah yang Mampu Mengakui Kekalahan
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    H. Munadir Nurdin: “Petarung Hebat Adalah yang Mampu Mengakui Kekalahan

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 28 November 2025, November 28, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T04:46:03Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Sikap legawa dalam menghadapi kekalahan menjadi sorotan penting dalam pembahasan santai yang berlangsung di sebuah warung kopi di Soppeng, Sabtu (29/11/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat H. Munadir Nurdin, S.Sos menegaskan bahwa kemampuan mengakui kekalahan merupakan tanda kedewasaan dan salah satu ciri petarung sejati.

    Dalam bincang yang berlangsung hampir satu jam itu, H. Munadir menekankan bahwa dinamika sosial dan politik membutuhkan karakter yang matang, terutama ketika berhadapan dengan situasi yang tidak sesuai harapan. 

    “Petarung yang hebat adalah yang dapat mengakui kekalahannya. Itu bukan kelemahan, tapi bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, terlalu banyak konflik yang muncul karena pihak-pihak tertentu tidak siap menerima kenyataan. Menurutnya, sikap demikian justru dapat memicu perpecahan dan menghambat hubungan sosial yang harmonis. 

    “Kita perlu membangun budaya kompetisi yang sehat. Menang itu biasa, begitu pula kalah. Yang luar biasa adalah bagaimana kita meresponsnya,” tambahnya.

    Di tengah perbincangan, H. Munadir juga menyinggung pentingnya keteladanan, terutama bagi generasi muda. 

    Ia menilai bahwa anak muda harus diberikan pemahaman sejak dini bahwa integritas lebih penting daripada sekadar hasil akhir. 


    “Ke depan, saya berharap masyarakat kita, khususnya generasi muda, dapat mencontoh sikap ini. Jangan hanya mengejar kemenangan, tapi utamakan proses, kejujuran, dan tanggung jawab,” tuturnya.

    Ia menegaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap menang dan kalah akan berdampak positif bagi kehidupan sosial maupun politik di daerah. 

    Dengan sikap legawa dan sportivitas, kata dia, masyarakat dapat menciptakan iklim yang lebih damai, produktif, dan saling menghargai.

    Bincang santai itu ditutup dengan pesan agar semua pihak belajar menempatkan ego pada tempatnya, serta menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berselisih. 

    “Kita semua ingin yang terbaik untuk daerah ini. Dan itu hanya bisa tercapai jika kita menumbuhkan sikap dewasa dalam menyikapi setiap keadaan,” pungkasnya.

    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini